| Manfaat dan Tujuan Self Assessment |
|
Self-Assessment sebagai suatu metode perencanaan untuk perbaikan, tidak ditujukan sebagai proses untuk mendapatkan penghargaan atau award. Mungkin merupakan bad news bila diingatkan bahwa ini bukan merupakan suatu yang dapat memberikan hasil yang instan, tapi lebih merupakan strategi jangka panjang untuk mendorong adanya suatu perbaikan yang kumulatif. Namun berita ini bisa menjadi good news bila dipahami bahwa proses penilaian merupakan pendekatan yang sangat efektif dalam berkontribusi secara signifikan untuk memperbaiki hasil akhir berupa perolehan laba. Untuk itu, proses penilaian harus difokuskan perhatiannya kepada efektivitas metode yang digunakan organisasi, bukan kepada kinerja orang per orang. Sehingga dengan demikian orang/pejabat/pegawai yang organisasinya dinilai tidak merasakannya sebagai suatu “ancaman”, tapi merupakan suatu proses untuk secara mandiri memperoleh pengalaman pembelajaran yang positif. Bila proses penilaian seperti ini berulang secara konsisten menjadi suatu proses yang “closed-loop cycle”, akan mengarah kepada pemahaman yang lebih baik lagi untuk memperbaiki fungsi-fungsi organisasi dalam merencanakan dan melaksanakan perbaikan.
![]() PLN Wilayah Bangka Belitung - salah satu unit pengguna Kriteria Baldrige di lingkungan PT (Persero) PLN lengkap termasuk proses Self-Assessment David W. Hutton (2000) secara lebih spesifik menyebutkan bahwa suatu organisasi akan memperoleh sesuatu yang berharga dari suatu proses penilaian, karena akan perlu untuk:
|