**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
Home Assessment Self-Assessment versus MBNQA
Self-Assessment versus MBNQA

 

Dengan istilah "Self-Assessment" dimaksudkan sebagai upaya menilai organisasi sendiri (internal) dengan penilainya (Asesor) adalah pegawai organisasi itu sendiri atau orang di luar organisasi tetapi bertindak atas nama organisasi yang menugasi. Dengan alasan itu pula, istilah Asesor lebih tepat digunakan bukan Examiner - bagi orang yang melaksanakan penilaian internal seperti itu. Dengah istilah Berbasis MBNQA dimaksudkan bahwa karena "kita di luar Amerika!" tidak memenuhi persayaratan untuk ikut dalam MBNQA yang sesungguhnya, maka pola, proses serta metodologi yang digunakan kita "adopsi" dari pola MBNQA sepanjang yang memang relevan dan bisa untuk diaplikasikan sebagai basis penilaian organisasi kita. 

Untuk keperluan Self-Assessment, tentu saja kita harus berusaha mengikuti proses-proses dan persyaratan seperti halnya bagaimana menjadi Examiner MBNQA dan bagaimana mereka melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin, sepanjang yang memang dapat dan sesuai untuk diadopsi.  Award Eligibility: Berbagai organisasi yang berkantor pusat di Amerika Serikat atau daerah teritorialnya, termasuk subunit suatu perusahaan asing, dapat mengajukan aplikasi Award dalam kategori berikut: (1) Manufacturing, (2) Service, (3) Small Business, (4) Nirlaba (Lembaga Amal, Asosiasi Perdagangan dan Profesional, serta Instansi Pemerintah), (5) Edukasi yang profit oriented maupun yang nonprofit/nirlaba (sekolah dasar dan menengah, sekolah kejuruan, sekolah tinggi, universitas dlsb), dan (6) Layanan kesehatan yang profit oriented maupun yang nonprofit/nirlaba (rumah sakit, organisasi layanan kesehatan, kantor praktisi layanan kesehatan dlsb).

Karena kita di Indonesia sebagai institusi/perusahaan/organisasi "not eligible" untuk mengikuti MBNQA – maka adopsi Program Baldrige (termasuk pola penilaiannya) dengan lebih berfokus kepada meningkatkan kinerja organisasional melalui: Mempertahankan kekuatan-kekuatan untuk mencapai nilai yang lebih tinggi (STRENGTH);  Mengungkapan kekurangan/kelemahan yang nantinya akan mendapat prioritas untuk ditingkatkan secara berkesinambungan (OPPORTUNITY for IMPROVEMENT); Memperoleh skor sebagai "potret diri".

Meskipun demikian, bisa saja organisasi tersebut menciptakan "award" dan sejenisnya yang berlaku untuk internal organisasinya. PT Telkom misalnya, memiliki program MBCfPE (Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence) yang bergulir mulai Tahun 2001, dan PT Pertamina dengan PQA-nya (Pertamina Quality Assessment/Pertamina Quality Award) yang dimulai sejak Tahun 2003. Kemudian menyusul perusahaan-perusahaan lain, khususnya di lingkungan BUMN.

 

Gallery

Lembayung Center