**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
Home Baldrige Indonesia Quality Award
Indonesian Quality Award
Bertahun-tahun, Indonesia sebagai negara - tidak secara formal mempunyai National Quality Award, namun telah sudah cukup banyak inisiatif dan upaya untuk mewujudkannya. Pernah ada adalah Indonesia National Quality Award “Nusa Adikualita” sebelum Tahun 2004, namun dalam tahun-tahun sesudahnya tidak terdengar lagi kelanjutannya. Disamping itu ada inisiator lain yang ingin menggunakan “jalur” Kementerian Perindustrian dan atau Kementerian Perdagangan untuk membuat semacam Indonesia National Quality Award (INQA).  
Belakangan ternyata, telah berjalan pula program Paramakarya yang diselenggarakan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (Kemenakertrans) bekerja sama dengan APO (Asian Productivity Organization) khusus penghargaan untuk perusahaan kecil dan menengah (UKM) dengan menggunakan penilaian berbasis Kriteria Baldrige. Terakhir ini ditandai dengan “Small and Medium Enterprise Assessor Preparation Course”  yang diberikan oleh Dr Luis Maria Ragasa Calingo di Jakarta pada Tanggal 6 Desember 2006.  
 
Sementara PMMI (Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia) yang berdiri sejak 1984 dan dipimpin oleh Laksamana TNI (Purn) Sudomo sejak Tahun 1991, mengklaim dalam salah satu tujuan organisasinya sebagai arena kompetisi untuk merebut Indonesian Quality Award (IQA) di tingkat perusahaan. Namun belum jelas benar bentuk nyata program IQA yang dimaksud. PMMI sebagai perhimpunan yang fokus kepada mutu dan produktivitas itu lebih dikenal sebagai penyelenggara Konvensi Mutu Indonesia dan ICQCC (International Convention on Quality Control Circles) yang diselenggarakan setiap tahun.  PMMI termasuk pendiri dan anggota CMM (Coordinators Committee Meeting) ICQCC.  Untuk Tahun 2006, Indonesia kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan ICQCC ke 31 pada 20 – 24 November 2006 di Bali dengan tema “Insight Magic of Quality”. Ajang dimaksud juga digunakan untuk menguji kompetensi penerapan Quality Improvement Approach  QCC masing-masing negara. Pada saat bersamaan diselenggarakan juga Konvensi Mutu Indonesia ke 16. 
 
Hal yang serupa dilaksanakan oleh (WKM) Wahana Kendali Mutu yang setiap tahun menyelenggarakan Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional. Tahun 2006, menginjak temu karya ke sepuluh yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 28 November sampai dengan 2 Desember 2006.  Dalam acara yang bertajuk Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional X & World Quality and Productivity Congress 2006 ini berpuncak pada pemberian Penghargaan PLATINUM dan GOLD yang diberikan kepada PKM, GKM, dan SS yang “menang” setelah berkompetisi selama beberapa hari. Acara ini didukung antara lain oleh Depnakertrans dan Asia Productivity Organization (APO). 
Namun demikian, di Indonesia selama ini sudah tercatat beberapa perusahaan seperti Sucofindo, PT Truba Jurong, PT Bogasari, PT Pertamina, dan PT Telkom yang telah “mendahului” mengadopsi Kriteria untuk Keunggulan Kinerja Baldrige di perusahaan masing-masing.  Telkom melaksanakannya dengan bentuk Telkom-Quality Management System (Telkom-QMS) sejak akhir Tahun 2000 yang merupakan integrasi ISO 9000:2000 dengan Kriteria Baldrige, program MBCfPE (Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence) dengan Sharing on Excellence setiap tahun. Penilaian berupa Self-Assessment untuk internal Telkom sendiri yang meliputi seluruh unit organisasi termasuk Kantor Perusahaan, yang pada Tahun 2005 telah memasuki tahun ke 5.  
 
Sayangnya, untuk penilaian Tahun 2005 dan 2006 – program ini ditunda sehubungan dengan prioritas perusahaan dalam menghadapi audit kepatuhan terhadap Sarbanes Oaxley Act 2002. Seperti diketahui, Telkom sebagai salah satu perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange wajib hukumnya mematuhi Undang-Undang dimaksud. Untuk Tahun 2007 dan 2008 pun, Telkom berketetapan tidak ikut di level korporasi dalam IQA.  Namun jajaran Telkom cukup disibukkan dengan Program The Best Datel Award  berbasis Kriteria Baldrige untuk level Daerah Telekomunikasi seluruh Indonesia. Terakhir, dengan kebijakan reorganisasi besar-besaran di Telkom pada Tahun 2010 – program ini pun menjadi tanda tanya besar.
Pertamina menerapkan apa yang disebut PQA (Pertamina Quality Award) untuk seluruh unit organisasi di jajarannya sejak tahun 2003.  Sedangkan untuk Tahun 2004 terus dikembangkan termasuk untuk unit-unit organisasi di Kantor Pusatnya.  Bahkan pada tahun-tahun berikutnya, “kewajiban” untuk menerapkan kriteria ini dilanjutkan terhadap anak-anak perusahaan – termasuk di dalamnya adalah unit-unit rumah sakit yang berada dalam lingkungan PT Pertamedika yaitu: Rumah Sakit Pusat Pertamina, Rumah Sakit Pertamina Jakarta, dan Rumah Sakit Pertamina di beberapa lokasi lainnya.  Untuk Tahun 2006, pelaksanaan PQA berpuncak pada Penganugerahan Pertamina Quality Award 2006 di Hotel Borobudur Jakarta 22 Nopember 2006 paralel dengan penyelenggaraan Seminar & Penganugerahan IQA for BUMN 2006 di mana Pertamina bertindak sebagai “tuan rumah”.
 
(Cerita lebih rinci lihat Bab 11: Pengalaman PTTelkom Menerapkan Baldrige dan Bab 12: Dua Besar Pengguna Kriteria Baldrige di Indonesia: PT Pertamina, dan PT PLN). 
Tahun 2003 sampai 2004 telah gencar didiskusikan oleh forum pimpinan puncak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) inisiatif untuk menciptakannya.  Akhirnya gagasan forum BUMN Eksekutif Club (BEC) ini  direalisasikan dalam bentuk Anugerah Kinerja Ekselen Indonesia Untuk BUMN (Indonesian Quality Award for BUMN) yang akan dilaksanakan satu tahun sekali. Metode penyelenggaraan Anugerah ini dilaksanakan berdasarkan Pedoman Kriteria Kinerja Ekselen BUMN yang diterbitkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dengan mengacu kepada Criteria for Performance Excellence yang digunakan untuk MBNQA. 
 
Tercatat sebagai peserta Anugerah Kinerja Ekselen Untuk BUMN (Indonesian Quality Award for BUMN) Tahun 2005 adalah: PT. Telkom, PT. Wijaya Karya,  PT. Pertamina, PT. Krakatau Steel, PT. Waskita Karya, PT. Hutama Karya, Perum Perumnas, Angkasa Pura 2, PT. Petrokimia Gresik, Kawasan Berikat Nusantara, PT. Perkebunan Nusantara III, dan PT. Perkebunan Nusantara XIII.  Sedangkan yang tercatat sebagai peserta pada Tahun 2006 adalah:  PT. Telkom, PT. Wijaya Karya, PT. Badak NGL, PT. BNI, PT. Pertamina, PT. Petrokimia Gresik, PT. Perkebunan Nusantara III, PT. Waskita Karya, PT. Adhi Karya, PT. Bali Tourism Development Corporation, PT. Hutama Karya, Perum Perumnas, PT. Semen Gresik, dan  PT. Taspen.

PEMENANG IQA 2014

PT Pembangkitan Jawa Bali meraih penghargaan sebagai Perusahaan dengan pencapaian score tertinggi dalam ajang Indonesian Quality Award ke 10 tahun 2014. Adapun Award diserahkan oleh Sugiharto sebagai penasehat IQA Foundation kepada Amir Rosidin  selaku Dirut Utama  didampingi  oleh Orie A Sutadji Bacelius Ruru dan I Nyoman Tjager.  Pada IQA 2014 ini PT Semen Padang dan PT  Indonesia Power berhasil naik band menjadi  Emerging Industri Leader (EIL). Dengan demikian selama IQA berlangsung sejak 2005 maka sudah ada 7 Perusahaan Nasional yang masuk dalam level EIL. Yakni PT Krakatau Steel,  PT Astra Daihatsu Motor, PT Perkebunan Nusantara 3, PT Petro Kimia Gresik, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Indonesia Power, dan PT Semen Padang.

 

 *****

PEMENANG IQA 2013

Penganugerahan penghargaan kepada organisasi yang telah menerapkan Kriteria Baldrige dilangsungkan di Hotel Kempinski, Jakarta 20 November 2013.  Pada Tahun 2013, kegiatan asesmen IQA diikuti oleh 13 organisasi yang terdiri dari: 1 Perguruan Tinggi (Bidang Pendidikan), 7 Organisasi Kategori Menengah (Bidang Bisnis), 6 Organisasi Kategiri Besar (Bidang Bisnis). Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara BUMN RI, yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Kementerian BUMN RI, Imam Apriyanto Putro, didampingi oleh Ketua Dewan Pembina IQAF, Barcelius Ruru dan Ketua Umum, Dr Orie Andari Soetadji.

 

Penghargaan Kategori Menengah: Gold: PT Pelayanan Listrik Nasional Batam, Silver: PT Krakatau Engineering, Bronze: UniversitasBina Nusantara;

Penghargaan Kategori Besar: Gold: PT Pembangkitan Jawa Bali, Silver: PT PLN Persero, Bronze: PT Semen Tonasa;

The Highest Score Achievement: Platinum: PT Pembangkitan Jawa Bali. 

 

Gallery

Lembayung Center