**** VISI: Menjadi Pusat Pembelajaran Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kriteria Baldrige di Indonesia. **** MISI : Membantu organisasi untuk membangun, memperbaiki dan meningkatkan kinerja dengan menyediakan produk dan layanan buku referensi, pelatihan, workshop, konsultasi, seminar dan assessment Sistem Manajemen Kinerja berbasis Kriteria Baldrige guna mencapai keunggulan organisasi. **** TATA NILAI : Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme.
Home QUOTE OF THE MONTH (NOVEMBER 2011)
Quote of The Month (December) 2011)

Walter A.Shewhart (1891-1967) In his words:

Regarding the intersection of science and quality, Shewhart once said: "Both pure and applied science have gradually pushed further and further the requirements for accuracy and precision. However, applied science, particularly in the mass production of interchangeable parts, is even more exacting than pure science in certain matters of accuracy and precision."

Known as the father of statistical quality control, Walter A. Shewhart successfully combined the disciplines of statistics, engineering and economics, and put statistical theory to work to address industry needs. Some have argued that Shewhart’s work led a quality revolution in the first part of the 20th century and launched the quality profession.  

His 1931 landmark work, Economic Control of Quality of Manufactured Product, is considered the most complete and thorough explanation of the basic principles of quality control.  In 1939, he wrote Statistical Method From the Viewpoint of Quality Control, in which he first discussed a problem-solving concept that eventually became the basis for the plan-do-check-act cycle, a four-step process for quality improvement. The concept is often referred to as the Shewhart cycle and as the Deming cycle after W. Edwards Deming introduced the concept in Japan and popularized his own version of it.

 “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,

niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalankaki,

dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”.

(Surat Al-Hajj Ayat 27)

Secara kebahasaan, al-hajj berarti “menyengaja” atau “menuju”. Dalam terminologi Islam, al-hajj berarti “perjalanan mengunjugi Ka’bah pada bulan tertentu untuk melakukan ibadah haji serta memenuhi panggilan Allah SWT”. Haji diwajibkan sejak tahun 9 H/631 M, ketika umat muslim pertama kali beribadah haji. Haji mengajarkan persaudaraan, perjuangan, kesabaran, kerelaan berkorban, dan kepedulian.

Rasulullah SAW berkhotbah kepada kami, beliau berkata: “Wahai sekalian manusia, telah diwajibkan haji atas kamu sekalian”. Lalu al-Aqra bin Jais berdiri, kemudian berkata, “Apakah kewajiban haji setiap tahun ya Rasulullah?”. Nabi menjawab, “Sekiranya kukatakan ya, tentulah menjadi wajib, dan sekiranya diwajibkan, engkau sekalian tidak akan melakukannya, dan pula tidak akan mampu. Ibadah haji itu sekali saja. Siapa yang menambahi itu berarti perbuatan sukarela saja.

 

Gallery

Lembayung Center